Rabu, 09 Maret 2016

Kisah Pilu Pedagang Baso Malang



Berjualan di halaman Indomaret, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Ahmad Affandi (43) sibuk melayani para pembeli. Meski terlihat jelas benjolan di lehernya, pria yang lebih dikenal Affandi tidak merasa malu dan tetap menyajikan baso khas Malang kepada para pembelinya.
Affandi mengidap penyakit kelenjar tiroid atau yang lebih dikenal dengan kelenjar gondok itu selama tujuh tahun. Karena keterbatasan biaya, ia menghiraukan masalah penyakitnya dan memilih untuk terus berjualan baso selama tujuh tahun di Pasar Baru.  
Ia sudah mencoba berobat di klinik  kawasan Cempaka Baru, Kemayoran. Namun hasilnya jauh dari harapan.
“Saya sudah ikut lab dan rontgen tiga kali. Sekali rontgen 500 ribu. Tapi dokter saranin saya harus ikut operasi”.
Ia pun mendapat rujukan dari dokter untuk mengikuti BPJS. Pria berkulit coklat itu seketika menghela napas. Ia sadar bahwa dirinya memiliki kendala ketika mengikuti persyaratan BPJS di rumah sakit.
“Saya sudah coba urus. Katanya butuhnya fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Namun KK saya tidak bisa karena masih KK yang lama”.
Untuk saat ini, Bapak yang memakai baju garis-garis dan celana hitam itu hidup bersama adiknya di kontrakannya yang terletak di Harapan Mulia 4, di kawasan kemayoran, Jakarta Pusat.  Ia mengaku sudah lama hidup berpisah dengan mantan istrinya selama 15 tahun. Karena kedua puteri dari mantan istrinya sudah berkeluarga, mereka memilih untuk ikut suami.
Affandi berharap ada orang yang bisa memberikan bantuannya berupa jalan keluar mengenai masalah penyakit yang diidapnya.
“Semoga saja ada orang yang mau membantu saya”.
Bila Anda bersedia untuk memberikan bantuan kepadanya. Anda bisa menghubungi langsung kepada Affandi. Nomor Affandi 085335600085. Setiap hari, ia berjualan di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

(Informasi ini tidak direkayasa. Bila Anda tidak percaya, Anda bisa langsung cek di tempat). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar